14 Februari 2015

Sebelumnya saya juga pernah posting Contoh Judul Skripsi Pendidikan Matematika, kali ini saya posting kembali judul skripsi yang lain untuk menambah referensi teman-teman mahasiswa/i program studi pendidikan matematika yang hingga saat ini masih terkendala dalam menentukan judul skripsi. Berikut judul-judulnya:

1. Penerapan Model Pembelajaran Group Investigations untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa Matematika Kelas VIII SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2015/2016
2. Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Strategi Pembelajaran Peer Lessons di Kelas VIII SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2015/2016
3. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Achievement Divisions (STAD) Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Matematika SMP Negeri 1 Hiliserangkai Tahun Pelajaran 2015/2016
4. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing Dalam Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Matematika SMP Negeri 1 Hiliserangkai Tahun Pelajaran 2015/2016
5. Perbedaaan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dan NHT SMP Negeri 1 Hiliserangkai Tahun Pelajaran 2015/2016
6. Peningkatan Minat dan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Metode Pembelajaran Role Playing di Kelas VII SMP Negeri 1 Hiliserangkai Tahun Pelajaran 2015/2016
7. Pengaruh Model Pembelajaran Discovery-Inquiry Terhadap hasil belajar Matematika Kelas IX SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2015/2016
8. Peningkatan Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Think Pair Share di Kelas IX SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2015/2016
9. Penerapan Model Pembelajaran Goal Oriented Evalution Model (GOEM) untuk meningkatkan hasil belajar siswa Matematika Kelas VII SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2015/2016
10. Penerapan Model Pembelajaran Learning Start With A Question untuk meningkatkan hasil belajar siswa Matematika Kelas IX SMP Negeri 1 Hiliserangkai Tahun Pelajaran 2015/2016

Semoga bermanfaat :-)

Posted on Sabtu, Februari 14, 2015 by Eman Mendrofa

1 comment

30 Januari 2015


Berikut langkah-langkahnya:

Buka software Visual Basic 6.0 dan pilih Standar.Exe atur sedemikian rupa sehingga Tampilan UI aplikasinya seperti gambar di bawah ini.


Berikut Jenis-jenis dan properti dari setiap tools yang harus diatur.
Type Name Caption Text Extras
Label Label1 Jenis Barang - -
ComboBox List_jenis - (empty) List:
- Rokok
- Mie
CommandButton Btn_addjenis Tambah Jenis Barang - -
ListBox List_brg - - -
Label Label2 Harga Barang - -
TextBox Thrg_brg - (empty) -
Label Label3 Jenis Barang - -
TextBox Tjenis_brg - (empty) -
Label Label4 Jumlah beli - -
TextBox Tjml_beli - (empty) -
CommandButton Command1 Total Bayar - -
Label Lbl_totalbayar (empty) - -
CommandButton Command2 Clear - -
CommandButton Command3 Exit - -
CommandButton Command4 Add Bayar - -
Timer Timer1 - - Interval : 1000
CommandButton Command5 Clear - -
Frame Frame1 Data Beli - -
TextBox Db1 - (empty) -
TextBox Db2 - (empty) -
TextBox Db3 - (empty) -
TextBox Db4 - (empty) -
TextBox Db5 - (empty) -
TextBox Db6 - (empty) -
CommandButton Command6 Total Bayar - -
Label Label6 Rp - -
Label Lbl_totalbeli (empty) - -
Label Lbl_thanks (empty) - -
Frame Frame2 Tanggal - -
Label Lbl_date (empty) - -
Frame Frame3 Waktu - -
Label Lbl_time (empty) - -

Berikut ini adalah kode-kode untuk setiap tools beserta penjelasan dan logikanya.
Private Sub btn_addjenis_Click()
list_brg.Clear
If list_jenis.Text = "Rokok" Then
list_brg.AddItem "Dji Sam Soe"
list_brg.AddItem "Djarum Super"
list_brg.AddItem "Starmild"
list_brg.AddItem "Neomild"
list_brg.AddItem "Signature"
ElseIf list_jenis.Text = "Mie" Then
list_brg.AddItem "Indomie"
list_brg.AddItem "Supermie"
list_brg.AddItem "Popmie"
list_brg.AddItem "Sarimie"
list_brg.AddItem "Mie Sedap"
End If
End Sub
Bagian kode ini bekerja ketika button btn_addjenis diklik. Ketika user memilih jenis barang pada combobox, dan mengklik button ini, maka list barang yang bernama list_brg akan di hapus data-datanya dengan menggunakan .Clear dan setelah itu dilakukan pengkondisian jika jenis barang yang dipilih "Rokok", maka list barang akan diisi datanya dengan Dji Sam Soe, Djarum Super, Starmild, Neomild, dan Signature. Jika user memilih jenis "Mie", maka yang akan ditambahkan ke list adalah Indomie, Supermie, Popmie, Sarimie, dan Mie sedap
Private Sub Command1_Click()
lbl_totalbayar.Caption = Val(thrg_brg.Text) * Val(tjml_beli.Text)
End Sub
Bagian kode ini bekerja ketika tombol total bayar diklik, maka akan dilakukan proses perhitungan antara harga barang yang di kalikan dengan jumlah beli. Setelah itu hasilnya akan ditaruh di sebuah label yang bernama lbl_totalbayar.
Private Sub Command2_Click()
thrg_brg.Text = ""
tjenis_brg.Text = ""
tjml_beli.Text = ""
lbl_totalbayar.Caption = ""
End Sub
Bagian kode ini bekerja ketika tombol clear di klik, maka akan di set beberapa tools seperti thrg_brg, tjenis_brg, tjml_beli, dan lbl_totalbayar akan berisi kosong.
Private Sub Command3_Click()
End
End Sub
Bekerja jika tombol Exit di klik, maka program akan berhenti dengan menggunakan syntax End.
Private Sub Command4_Click()
Dim total As String
total = lbl_totalbayar.Caption

If db1.Text = "" Then
db1.Text = total
ElseIf db2.Text = "" Then
db2.Text = total
ElseIf db3.Text = "" Then
db3.Text = total
ElseIf db4.Text = "" Then
db4.Text = total
ElseIf db5.Text = "" Then
db5.Text = total
ElseIf db6.Text = "" Then
db6.Text = total
Else
MsgBox "Data bayar sudah penuh!"
End If
End Sub
Bagian kode ini akan bekerja jika tombol Add Bayar di klik. Dilakukan pendeklarasian variable total sebagai String yang berisi sama dengan caption dari lbl_totalbayar. Jika db1 kosong, maka db1 akan diisi dengan total, jika db2 yang kosong maka db2 akan diisi dengan total, begitu seterusnya sampai db6. Dan terakhir dengan Else, jika semua texbox atau penampungan total sudah penuh, maka akan dimunculkan sebuah notifikasi yang memberitahu user bahwa semua textbox sudah penuh.
Private Sub Command5_Click()
db1.Text = ""
db2.Text = ""
db3.Text = ""
db4.Text = ""
db5.Text = ""
db6.Text = ""
lbl_totalbeli.Caption = ""
lbl_thanks.Caption = ""
End Sub
Akan bekerja ketika tombol clear yang berada di sebelah kanan (proses perhitungan semua total) di klik. Maka akan mengeset semua inputan menjadi kosong, yaitu db1-db6, lbl_totalbeli, dan lbl_thanks.
Private Sub Command6_Click()
Dim total_beli As Double
total_beli = Val(db1.Text) + Val(db2.Text) + Val(db3.Text) + Val(db4.Text) + Val(db5.Text) +Val(db6.Text)

lbl_totalbeli.Caption = total_beli
lbl_thanks.Caption = "Terimakasih telah berbelanja di Nias market :) :*"
End Sub
Bagian kode ini akan bekerja ketika tombol Total Bayar sebelah kanan diklik. Pertama dilakukan pendeklarasian variable bernama total_beli sebagai type data Double. Setelah itu variable ini diisi dengan hasil penjumlahan dari db1 sampai db6. Setelah itu hasilnya ditaruh sebagai caption di lbl_totalbeli, dan terakhir dimunculkan sebuah ucapan terimakasih di lbl_thanks.
Private Sub Timer1_Timer()
lbl_date.Caption = Format(Now, "d mmmm yyyy")
lbl_time.Caption = Format(Now, "hh : mm : ss")
End Sub
Bekerja ketika program dijalankan pada detik pertama. Akan mengisi caption dari lbl_date dan lbl_time tanggal dan waktu yang akan running secara dinamis setiap detiknya tergantung dari propertis interval pada Timer1 yang disetting.
Private Sub list_brg_Click()
Dim harga As Double
Dim jenis As String

If list_jenis.Text = "Rokok" Then
jenis = "Rokok"
Select Case list_brg.Text
Case "Dji Sam Soe"
harga = 12000
Case "Djarum Super"
harga = 10000
Case "Starmild"
harga = 11000
Case "Neomild"
harga = 10500
Case "Signature"
harga = 14000
End Select
ElseIf list_jenis.Text = "Mie" Then
jenis = "Mie"
Select Case list_brg.Text
Case "Indomie"
harga = 1500
Case "Supermie"
harga = 1400
Case "Popmie"
harga = 6000
Case "Sarimie"
harga = 1300
Case "Mie Sedap"
harga = 1200
End Select
End If

thrg_brg.Text = harga
tjenis_brg.Text = jenis

tjml_beli.Text = ""
lbl_totalbayar.Caption = ""
End Sub
Bagian kode ini akan bekerja ketika list_brg diklik. Awalnya dilakukan 2 buah variable yaitu harga sebagai double, dan jenis sebagai string. Setelah itu dilakukan pengkondisian jika list_jenis barang yang dipilih "Rokok", maka jenis akan diisi "Rokok" dan dilakukan pengkondisian dengan menggunakan metode Select Case. Jika barang yang dipilih adalah Dji Sam Soe, maka harga akan diisi dengan 12000, dan seterusnya sampai Signature. Jika list_jenis yang dipilih user adalah "Mie", maka jenis akan diisi "Mie" dan dilakukan kondisi cabang dengan Select Case. Jika barang yang dipilih "Indomie", maka harga = 1500, dan seterusnya sampai "Mie Sedap". Setelah semua kondisi selesai dieksekusi dan variable harga dan jenis sudah diisi, maka nilai dari variable harga ditaruh di textbox thrg_brg, dan jenis ditaruh di tjenis_brg. Dan terakhir tjml_beli dan lbl_totalbayar di set kosong untuk me-reset jika user memilih barang selanjutnya.

Dan screenshot dibawah ini adalah hasilnya dari setiap event yang dilakukan.
Pilih jenis barang di ComboBox (List_jenis)


Kemudian pilih Tambah Jenis Barang (Btn_addjenis)


Tambah jenis barang menampilkan barang-barang tertentu sesuai jenis barang pada List_brg


Jika barang pada List_brg dipilih maka akan menampilkan Harga Barang dan Jenis Barang pada TextBox didepannya.


Isilah Jumlah beli kemudian klik tombol Total Bayar sebelah kiri, selanjutnya dilakukan perhitungan dari harga barang dengan jumlah barang yang dibeli.


Klik Tombol Add Bayar untuk menambahkan total bayar pada Data beli. Lakukan langkah sebelumnya jika barang yang dibeli lebih dari satu.


Ketika Data Beli penuh makan akan menampilkan notifikasi berikut:


Setelah barang yang dibeli di tambahkan ke Data Beli, selanjutnya klik tombol Total Bayar sebelah kanan untuk menghitung total keseluruhan yang harus di bayar.


Posted on Jumat, Januari 30, 2015 by Eman Mendrofa

2 comments

01 Desember 2014

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) SMP NEGERI 12 GUNUNGSITOLI TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Pendidikan merupakan salah satu aspek kehidupan yang memegang peranan penting dalam meningkatkan dan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga dapat berkualitas. Dalam mewujudkan hal tersebut, pemerintah telah menempuh berbagai upaya untuk melakukan pembaharuan dalam sistem pendidikan. Salah satunya yaitu dengan pemberian otonomi yang luas pada masing-masing unit sekolah melalui penyempurnaan kurikulum, yakni Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam KTSP, pembelajaran diharapkan lebih berpusat kepada siswa (student centered), artinya siswa terlibat langsung dan aktif dalam proses pembelajaran, sedangkan guru hanya sebagai fasilitator dan mediator. Guru harus bisa merencanakan pembelajaran yang menarik, efektif dan bermakna serta bisa menyesuaikan dan menerapkan model dan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi yang hendak diajarkan. Sehingga dengan hal ini, diharapkan siswa menjadi lebih aktif dalam menemukan sendiri pengetahuan dan mencapai kompetensi yang telah ditetapkan.
Namun kenyataan yang terjadi disetiap unit sekolah pada saat ini sungguh jauh berbeda dengan yang diharapkan. Tentu saja penyimpangan ini akan berdampak pada hasil belajar mata pelajaran matematika pada khususnya. Hal ini diperkuat dengan hasil studi awal yang dilaksanakan peneliti pada tanggal 20 Oktober 2014 di SMP Negeri 12 Gunungsitoli, yaitu:
  1. Berdasarkan hasil pengamatan saat dilaksanakan kegiatan pembelajaran matematika, ditemukan bahwa:
    • Kegiatan pembelajaran lebih didominasi oleh guru sehingga siswa kurang aktif.
    • Sebagian buku paket matematika yang dimiliki siswa masih belum berstandar isi KTSP.
    • Sebagian siswa ribut dan keluar masuk pada saat proses pembelajaran berlangsung.
    • Sebagian siswa jenuh dan mengantuk saat proses pembelajaran berlangsung.
    • Kurangnya kemampuan guru dalam mengapresiasikan pembelajaran kedalam kehidupan sehari-hari.
  2. Berdasarkan wawancara peneliti dengan guru mata pelajaran matematika, ditemukan bahwa:
    • Guru mengeluh karena kurang adanya respon siswa dalam memberi tanggapan saat guru melontarkan pertanyaan.
    • Siswa sering keluar masuk dan mengganggu temannya saat proses pembelajaran berlangsung.
    • Siswa merasa sulit untuk mengerjakan soal-soal variasi yang diberikan guru selain contoh soal yang telah diberikan.
    • Kurangnya motivasi siswa dalam belajar matematika.
  3. Berdasarkan wawancara peneliti dengan beberapa orang siswa, ditemukan bahwa:
    • Sebagian siswa merasa sulit untuk mengikuti penjelasan dari guru karena kurangnya ilustrasi yang sesuai dengan materi pelajaran.
    • Siswa jarang memberikan pertanyaan kepada guru jika masih ada materi yang belum dimengerti.
    • Siswa lebih banyak beranggapan bahwa pelajaran matematika tidak mempunyai aplikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Dari beberapa uraian di atas, jelas akan bertentangan dengan yang diharapkan dalam KTSP. Bila hal ini terus menerus dibiarkan tentu saja hasil belajar siswa yang selama ini kurang memuaskan akan semakin lebih buruk lagi. Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti berkeinginan untuk menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan Rusman (2012:187) bahwa pembelajaran kontekstual adalah usaha untuk membuat siswa aktif dalam memompa kemampuan diri tanpa merugi dari segi manfaat, sebab siswa berusaha mempelajari konsep sekaligus menerapkan dan mengaitkannya dengan kehidupan nyata. Dengan demikian, melalui model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL), pembelajaran akan lebih bermakna karena senantiasa bersentuhan dengan situasi dan permasalahan kehidupan siswa yang terjadi di lingkungan siswa. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, peneliti melaksanakan penelitian ilmiah dengan judul: "PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) SMP NEGERI 12 GUNUNGSITOLI TAHUN PELAJARAN 2014/2015".
Penelitian ini menggunakan metode Penilitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari beberapa siklus dengan pendekatan kuantitatif. Setiap siklus terdiri dari 4 (empat) tahapan yaitu: perencanaan (planning), tindakan (action), observasi dan refleksi. Data diperoleh dengan menggunakan beberapa instrumen penelitian, antara lain: lembar observasi, lembar panduan wawancara, angket, rekaman video/foto dan tes hasil belajar. Populasi penelitian adalah kelas VIII SMP Negeri 12 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2014/2015.

.:: Smoga bermanfaat ::.

Posted on Senin, Desember 01, 2014 by Eman Mendrofa

1 comment

29 November 2014

Salah satu persyaratan dalam menyelesaikan program sarjana adalah dengan melakukan penelitian ilmiah yang dimuat dalam sebuah karya tulis ilmiah yang disebut dengan Skripsi. Berikut adalah contoh-contoh judul skripsi pendidikan matematika yang bisa dijadikan sebagai bahan referensi dalam pemilihan judul skripsi, yaitu:

1. Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2014/2015
2. Pengaruh Keterlibatan Siswa Dalam Proses Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2014/2015
3. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2014/2015
4. Penerapan Strategi Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2014/2015
5. Pengembangan Materi Pembelajaran Tentang Relasi dan Fungsi Menggunakan Model Smith and Ragan SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2014/2015
6. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2014/2015
7. Analisi Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation di Kelas IX Semester I SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2014/2015
8. Pengaruh Metode Penemuan Terbimbing Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2014/2015
9. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2014/2015
10. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2014/2015
11. Pengembangan Materi Pokok Relasi dan Fungsi Menggunakan Model 4-D SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2014/2015
12. Pengaruh Penggunaan Media Overhead Projector Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2014/2015
13. Pengembangan Materi Pelajaran Tentang Persamaan Kuadrat Menggunakan Model Assure SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2014/2015
14. Upaya Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Keterampilan Mengajar Guru SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2014/2015
15. Pengaruh Pendekatan Terpadu (Integrated Approach) Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2014/2015
16. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stay Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2014/2015
17. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Dalam Pembelajaran Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2014/2015
18. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2014/2015
19. Pengaruh Lembaran Kerja Siswa Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2014/2015
20. Penerapan Metode Pembelajaran Examples Non Examples Dalam Proses Pembelajaran Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2014/2015
21. Penerapan Model Pembelajaran Mind Mapping Dalam Pembelajaran Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2014/2015
22. Penerapan Model Pembelajaran Elaborasi Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2014/2015
23. Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2014/2015
24. Perbedaan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match, Inside Outside Circle, dan Bamboo Dancing SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2014/2015
25. Penerapan Model Pembelajaran Kreatif dan Produktif Dalam Pembelajaran Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2014/2015

Demikianlah contoh-contoh judul skripsi dan semoga bermanfaat.

Posted on Sabtu, November 29, 2014 by Eman Mendrofa

1 comment

25 November 2014

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN PEER LESSONS UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SMP NEGERI 1 NIAS TAHUN PELAJARAN 2014/2015


Pendidikan merupakan salah satu aspek kehidupan yang sangat penting dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang handal dan profesional. Pendidikan mempunyai peranan yang sangat menentukan bagi perkembangan dan perwujudan diri individu, terutama bagi perkembangan bangsa dan negara. Pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan, mutu pendidikan dan martabat manusia yang terdidik dan beriman, bertanggungjawab, partisipatif, kreatif dan inovatif guna menjawab tantangan perkembangan kemajuan zaman. Hal ini sesuai dengan fungsi dan tujuan pendidikan yang tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Untuk mencapai fungsi dan tujuan pendidikan tersebut, hanya dapat tercapai melalui proses pendidikan. Dalam keseluruhan proses pendidikan kegiatan pembelajaran adalah yang paling utama. Ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana pelaksanaan proses pembelajaran. Perubahan kurikulum merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai fungsi dan tujuan tersebut. Adapun kurikulum yang sedang berlangsung saat ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), pembelajaran diharapkan lebih berpusat kepada siswa (student centered), artinya siswa terlibat langsung dan aktif dalam proses pembelajaran, sedangkan guru hanya sebagai fasilitator dan mediator. Guru hendaknya merencanakan pembelajaran yang menarik, efektif dan bermakna serta bisa menyesuaikan dan menerapkan model dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan materi yang hendak diajarkan. Sehingga dengan hal ini, diharapkan siswa menjadi lebih aktif dalam menemukan sendiri pengetahuan dan mencapai kompetensi yang telah ditetapkan.

Namun kenyataan yang terjadi disetiap unit sekolah pada saat ini sungguh jauh berbeda dengan yang diharapkan. Tentu saja penyimpangan ini akan berdampak pada hasil belajar mata pelajaran matematika pada khususnya. Hal ini diperkuat dengan hasil studi pendahuluan yang dilaksanakan peneliti pada tanggal 06 Oktober 2014 di SMP Negeri 1 Nias, yaitu:
  1. Hasil pengamatan peneliti dilapangan didapatkan data yaitu
    • Kegiatan pembelajaran didominasi oleh guru dengan metode ceramah dan pemberian tugas.
    • Dalam proses pembelajaran siswa hanya mendengar dan mencatat materi yang disampaikan oleh guru sehingga siswa cenderung pasif.
    • Beberapa siswa tampak kurang semangat saat pembelajaran matematika berlangsung.
    • Kurangnya kreativitas siswa dalam belajar.
    • Media pembelajaran dan sumber belajar yang tersedia di sekolah masih kurang.
  2. Hasil wawancara peneliti dengan guru mata pelajaran matematika ditemukan:
    • Siswa jarang bertanya tentang materi yang kurang jelas pada saat proses pembelajaran berlangsung.
    • Kurangnya interaksi diantara siswa terutama saat proses pembelajaran berlangsung.
    • Siswa sulit mengerjakan soal-soal yang tidak sama dengan contoh yang telah diberikan oleh guru.
    • Kurangnya keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat serta dalam merumuskan gagasan sendiri.
  3. Hasil wawancara dengan beberapa orang siswa diperoleh informasi bahwa:
    • Siswa kurang termotivasi belajar matematika karena dianggap sulit dipahami.
    • Kurangnya variasi pembelajaran yang digunakan guru sehingga siswa merasa bosan dan mengantuk saat pembelajaran berlangsung.
Dari beberapa uraian masalah di atas, jelas akan bertentangan dengan yang diharapkan terutama didalam KTSP. Tentu saja bila hal ini terus menerus dibiarkan maka hasil belajar siswa yang selama ini telah jauh dari yang diharapkan akan semakin lebih buruk lagi sehingga kompetensi yang telah ditetapkan selama ini tidak akan pernah tercapai. Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti berkeinginan untuk menerapkan strategi pembelajaran Peer Lessons. Strategi pembelajaran Peer Lessons merupakan strategi pembelajaran yang baik digunakan untuk menggairahkan kemauan peserta didik untuk mengajarkan materi kepada temannya. Hal ini sesuai dengan langkah-langkah strategi pembelajaran Peer Lessons yang dikemukakan Zaini dkk (2008:62-63) yaitu:
  1. Bagi peserta didik menjadi kelompok-kelompok kecil sebanyak segmen materi yang akan disampaikan;
  2. Masing-masing kelompok diberi tugas untuk mempelajari satu topik materi, diusahakan topik yang diberikan harus saling berhubungan;
  3. Minta setiap kelompok menyiapkan strategi untuk menyampaikan materi kepada teman-teman sekelas;
  4. Buat beberapa saran seperti menggunakan alat visual atau menyiapkan media pengajaran yang diperlukan;
  5. Beri mereka waktu yang cukup untuk persiapan, baik di dalam maupun di luar kelas;
  6. Setiap kelompok menyampaikan materi sesuai tugas yang telah diberikan;
  7. Setelah semua kelompok melaksanakan tugas, guru memberi kesimpulan dan mengklarifikasi sekiranya ada yang perlu diluruskan dari pemahaman peserta didik.
Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti melaksanakan penelitian dengan menggunakan metode Penilitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari beberapa siklus dengan pendekatan kuantitatif. Setiap siklus terdiri dari 4 (empat) tahapan yaitu: perencanaan (planning), tindakan (action), observasi dan refleksi. Data diperoleh dengan menggunakan beberapa instrumen penelitian, antara lain: lembar observasi, lembar panduan wawancara, angket, rekaman video/foto dan tes hasil belajar. Populasi penelitian adalah kelas VIII SMP Negeri 1 Nias Tahun Pelajaran 2014/2015. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, peneliti akan melaksanakan penelitian ilmiah dengan judul: "PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN PEER LESSONS UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SMP NEGERI 1 NIAS TAHUN PELAJARAN 2014/2015".


.:: Smoga bermanfaat ::.


Posted on Selasa, November 25, 2014 by Eman Mendrofa

4 comments