BAB I
PENDAHULUAN

Guru merupakan salah satu unsur penting yang dapat menunjang keberhasilan proses pendidikan. Dalam hal ini, maju tidaknya pendidikan tentu saja mempunyai hubungan erat dengan sikap keprofesionalan yang harus dimiliki seorang guru. Oleh karena itu, maka pembinaan dan pengembangan sikap keprofesionalan guru dipandang perlu diperhatikan sebagai wujud komitmen dalam melakukan pembenahan pola pendidikan agar mencapai mutu pendidikan sesuai harapan.

Pada kenyataannya, Pendidikan yang ada di Indonesia pada saat ini masih jauh tertinggal dengan pendidikan yang ada di negara-negara lain. Padahal Pendidikan itu sangat penting dalam kehidupan, baik dalam kehidupan seseorang, keluarga, maupun bangsa dan negara. Penyebab terjadinya hal ini sering dikait-kaitkan dengan sikap keprofesionalan yang masih belum dimiliki guru. Ini tentu saja merupakan hal yang wajar karena guru merupakan sosok yang mempunyai peranan dalam memberhasilkan pendidikan meski dalam realitanya guru itu bukan satu-satunya penyebab terpuruknya pendidikan itu.

BAB II
PEMBAHASAN
SIKAP PROFESIONAL KEGURUAN

A. Pengertian
Thursthoen dalam Walgito (1990 : 108) menjelaskan bahwa sikap adalah gambaran kepribadian seseorang yang terlahir melalui gerakan fisik dan tanggapan pikiran terhadap suatu keadaan atau suatu objek. Berkowitz, dalam Azwar (2005 : 5) menerangkan sikap seseorang pada suatu objek adalah perasaan atau emosi, dan faktor kedua adalah reaksi/respon atau kecenderungan untuk bereaksi. Sebagai reaksi maka sikap selalu berhubungan dengan dua alternatif yaitu senang (like) atau tidak senang (dislike), menurut dan melaksanakan atau menjauhi/menghindari sesuatu. Sementara itu ada beberapa pengertian tentang Profesional yaitu :
1) Profesional mempunyai pengertian seseorang yang menekuni pekerjaan berdasarkan keahlian, kemampuan, teknik, dan prosedur berlandaskan inteltualitas (Volmer & Mills, 1966, Cully, 1969).
2) Profesional sebagai spesialisasi dari jabatan intelektual yang diperoleh melalui studi dan training, bertujuan menciptakan ketrampilan, pekerjaan yang bernilai tinggi, sehingga ketrampilan dan pekerjaan itu diminati, disenangi oleh orang lain, dan dia dapat melakukan pekerjaan itu dengan mendapat imbalan berupa bayaran, upah, dan gaji (Sagala,2000).
Dalam hal ini, seseorang itu tidak mudah untuk dikatakan sebagai yang profesional bila tidak memiliki keahlian dari pekerjaan yang diembannya. Ini artinya bahwa menyandang nama seorang yang profesional tidaklah semudah yang dibayangkan tetapi harus diperlukan keahlian serta telah melalui pendidikan profesi tertentu terlebih dahulu. Demikian juga halnya dengan profesi keguruan yang menuntut keahlian dan pendidikan profesi sebagai syarat yang mesti dimiliki untuk dikatakan guru yang profesional.
Dari hal diatas dapat disimpulkan bahwa sikap profesional keguruan merupakan kecenderungan, pandangan, pendapat atau pendirian seseorang terhadap suatu pekerjaan (keguruan) serta melakukannya dengan tekun berdasarkan keahlian dan kemampuan yang telah didapatkan dari pendidikan profesi/pekerjaan itu.

B. Sikap Profesional Keguruan
Pada saat ini, Pemerintah sering melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas guru. Upaya ini merupakan salah satu bentuk wujud untuk menciptakan guru yang profesional demi tercapainya pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Peningkatan kualitas ini sering dilakukan melalui seminar, pelatihan, loka karya dan melalui pendidikan formal bahkan dengan menyekolahkan guru pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
Ada beberapa sikap profesional keguruan yaitu :
1) Sikap profesional keguruan ditinjau dari segi perundang-undangan
Dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik, guru dituntut untuk tunduk dan taat terhadap peraturan yang telah ditetapkan. Peraturan yang dimaksud tercantum dalam perundang-undangan dan kode etik guru Indonesia. Dalam hal ini guru harus melaksanakan segala kebijakan pemerintah untuk bidang pendidikan, termasuk dalam melaksanakan kurikulum yang berlaku di Indonesia saat ini. Tentu saja hal ini kita ketahui bahwa akhir-akhir ini pemerintah telah melakukan pergantian kembali kurikulum yang diberlakukan di Indonesia. Pemerintah melakukan ini sebagai upaya untuk memajukan mutu dan kualitas dari pendidikan yang ada di Indonesia. Hal ini tentu saja hal yang sah-sah saja tapi membutuhkan sikap keprofesionalan dari guru. Guru dalam hal ini diharapkan mampu mengembangkan diri serta dituntut untuk mengikuti seminar-seminar atau pelatihan-pelatihan yang diadakan pemerintah untuk meningkatkan sikap keprofesionalannya itu.
2) Sikap profesional keguruan terhadap organisasi profesi
Sebagaimana kita ketahui bahwa selain sebagai pengajar dan pendidik guru juga harus mampu membina relasi dengan organisasi profesi. Hal ini merupakan hal yang harus dilakukan oleh seorang guru sebagaimana tuntutan yang telah ditentukan, dimana setiap guru wajib menjadi anggota organisasi profesi serta mempunyai kewenangan mengatur hal – hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru. Melalui organisasi profesi ini diharapkan akan membawa dampak yaitu sebagai alat pemersatu seluruh anggota profesi dalam kiprahnya menjalankan tugas serta dapat meningkatkan kemampuan profesional dari anggotanya. Dari hal ini, tentu saja membutuhkan kerjasama seluruh anggota profesi untuk memelihara, meningkatkan mutu serta bertanggung jawab terhadap organisasi profesi itu.
3) Sikap profesional keguruan terhadap teman sejawat
Sebagai guru yang profesional diharapkan untuk mampu menjalin hubungan yang harmonis antara sesama baik didalam maupun diluar sekolah. Ini merupakan hal yang mesti dilakukan oleh seorang guru karena pada dasarnya sebuah instansi sekolah terdiri dari berbagai komponen yang saling mendukung tujuan pendidikan itu. Komponen itu terdiri dari kepala sekolah, sesama guru, pegawai, komite sekolah dan juga orang tua siswa. Jadi disini guru harus mampu menjalin hubungan yang baik dengan semua komponen itu. Kalau hal ini tidak dilakukan, tentu saja mempunyai efek dengan pelaksanaan tugas disekolah. Bagaimana tidak, kalaulah misalnya diantara guru terjadi pertikaian atau masalah maka tentu saja diantara guru itu akan timbul rasa benci dan memojokkan satu sama yang lain sehingga pada akhirnya mereka saling enggan untuk berkomunikasi dan tidak bekerjasama dalam melaksanakan tugas.
4) Sikap profesional keguruan terhadap anak didik
Dalam pelaksanaan tugasnya, guru harus mampu membimbing dan mengarahkan siswa ke hal-hal yang baik. Karena pada dasarnya guru berperan untuk membentuk manusia yang berjiwa pancasila. Hal ini memang bukan pekerjaan yang mudah karena setiap manusia/peserta didik memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Dari sifat dan karakter yang berbeda-beda itulah diharapkan kemampuan guru untuk memahami serta mengembangkan peserta didik sehingga akan menghasilkan manusia yang utuh dan mempunyai akhlak yang mulia.
5) Sikap profesional keguruan terhadap tempat kerja
Keberhasilan dunia pendidikan membutuhkan peran dari guru, orang tua dan masyarakat. Hal ini merupakan komponen yang tidak bisa dipisahkan antara yang satu dengan yang lain. Guru dalam hal ini harus mampu menjalin hubungan yang baik antara orang tua siswa dan masyarakat disekitar lingkungan tempat kerja (sekolah). Hal ini dimaksudkan untuk membina peran serta rasa tanggung jawab untuk memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan hal ini, akan menciptakan suasana yang harmonis disekolah sehingga akan menghadirkan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan bagi siswa.
6) Sikap profesional keguruan terhadap pemimpin
Sikap saling patuh dan kerjasama dirasa perlu dibina dan dikembangkan didalam diri seorang guru. Dalam hal ini, guru dituntut untuk taat dalam melaksanakan tugas yang telah ditentukan oleh pemimpin (kepala sekolah) dan demikian juga sebaliknya pemimpin dituntut untuk menjalin kerjasama yang baik dengan memberikan arahan dan petunjuk yang baik kepada bawahan/sesama guru. Dalam hal ini guru harus membina hubungan yang harmonis dengan pemimpin sehingga dapat bekerja sama dalam menyukseskan program dan tugas yang telah disepakati, baik di dalam sekolah maupun diluar sekolah.
7) Sikap profesional keguruan terhadap pekerjaan
Profesi guru dituntut untuk memiliki idealisme dan rasa cinta terhadap profesinya. Dengan idealisme dan rasa cinta akan menjadikan profesi guru sebagai sebuah pekerjaan yang menyenangkan dan dilakukan dengan sepenuh hati karena profesi guru merupakan tugas mulia, yang dikerjakan bukan dengan setengah-setengah atau asal-asalan tetapi membutuhkan keseriusan dan ketulusan berhubung tugas profesi guru berkaitan dengan pembentukan manusia yang utuh dan berjiwa pancasila.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Profesi guru merupakan tugas mulia yang mesti dilakukan dengan ketulusan hati dan atas dasar tuntutan profesi. Dalam hal ini, guru harus membina dan mengembangkan sikap keprofesionalannya dalam mewujudkan mutu pendidikan sesuai dengan yang diharapkan. Ini artinya, profesi guru bukanlah sebuah profesi yang mudah untuk dilakukan tetapi merupakan tugas berat yang membutuhkan keprofesionalan karena berhubungan dengan pembentukan manusia. Dengan hal ini, maka guru dituntut untuk mampu berusaha dengan keras dengan tetap melakukan pengembangan diri dan menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan zaman serta melaksanakannya dengan menjalin kerja sama dengan pihak yang terkait baik di dalam sekolah maupun diluar sekolah agar tugas berat ini menjadi ringan dan bisa terlaksana sesuai dengan harapan sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan serta menyukseskan tujuan pendidikan nasional.