Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin (kelenjar buntu). karena Kelenjar endokrin tidak memiliki saluran tersendiri atau saluran khusus. Oleh karena kelenjar endokrin ini tidak memiliki saluran khusus maka Hormon yang dihasilkan dikembalikan kedarah dan beredar mengikuti aliran darah sehingga hormon yang berperan dalam penyaluran informasi akan berjalan lambat hal ini disebabkan karena informasi yang dibawa oleh hormon tersebut tidak disampaikan langsung ke tempat sasaran dengan tepat sebab hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin terlebih dahulu harus masuk ke peradaran darah. Sistem endokrin dapat berkomunikasi dengan jaringan ataupun organ-organ yang letaknya jauh dari kelenjar. Sistem endokrin merupakan sistem yang meliputi aktivitas beberapa kelenjar yang mengatur dan mengendalikan aktivitas struktur tubuh, baik yang berwujud sel, jaringan ataupun organ.
Didalam tubuh hormon berfungsi mengatur homeostasis, metabolisme, pertumbuhan dan perkembangan, reproduksi, dan tingkah laku makhluk hidup. Didalam tubuh manusia, terdapat 8 kelenjar endokrin yang penting yaitu: kelenjar hipotalamus, kelenjar hipofisis, kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid, kelenjar timus, kelenjar pankreas, kelenjar adrenal, dan kelenjar kelamin (ovarium pada wanita dan testis pada laki-laki).
  1. Kelenjar Hipotalamus
  2. Kelenjar Hipotalamus mempunyai sel-sel khusus yang memproduksi Neurohormon yang berfungsi sebagai hormon penggiat (faktor penggiat).
    Ada 4 hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipotalamus, yaitu :
    HORMON FUNGSI
    Hormon penggiat tirotrofid (Thyrotrophic Releasing Factor) / TRF Merangsang lobus anterior hipofisis agar mensekresi Thyroid Stimulating Hormone (TSH)
    Hormon penggiat gonadotropin (Gonadotrophic Releasing Factor) / GRF Merangsang lobus anterior hipofisis agar mensekresi Luteinidind Hormon (LH) dan Follilcle Stimulating Hormone (FSH)
    Hormon penggiat kortokotropin (Corticortrophic Releasing Factor) / CRF Merangsang lobus anterior agar mensekresi Advenocorticotrophic Hormone (ACTH)
    Hormon penggiat hormon tubuh (Growth Hormone Releasing Factor) Merangsang pengeluaran hormon tubuh Somatotrophic Hormone (STH)

  3. Kelenjar Hipofisis (Pituitari)
  4. Kelenjar hipofisis terletak didalam lekukan tulang selatursika dibagian tengah tulang baji. Kelenjar ini sering disebut “Master of Glands” atau “Raja Kelenjar” karena (hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis) sekresinya digunakan untuk mengontrol kegiatan kelenjar endokrin lainya (seperti kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, kelenjar kelamin). Kelenjar ini dibagi menjadi 3 lobus yaitu : lobus anterior, intermediet, dan posterior.
    Kelenjar hipofisis mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan tulang sehingga berkaitan dengan pertumbuhan tinggi seseorang. Kelebihan dari kelenjar hipofisis menyebabkan pertumbuhan raksasa (gigantisme), sementara yang kekurangan akan mengakibatkan kekerdilan (pertumbuhannya terhambat).
    • Kelenjar hipofisis bagian depan (Anterior)
    • Hormon yang dihasilkan antara lain:
      • Somatotrophic Hormone (STH) atau hormon pertumbuhan
      • Fungsi: Mengendalikan pertumbuhan sel tubuh.
      • Tiroid Stimilating Hormone (TSH)
      • Fungsi: Mengontrol sekresi hormon oleh kelenjar tiroid.
      • Hormon Adrenokorti Kotropik (ACTH)
      • Fungsi: Mengontrol sekresi beberapa hormon oleh korteks adrenal.
      • Fellicle Stimulating Hormone (FSH)
      • Fungsi:
        • Pada wanita, merangsang perkembangan ovarium dan mengurangi sekresi estrogen.
        • Pada pria, mengatur perkembangan testis dan spermatigenesis.
    • Kelenjar hipofisis bagian tengah (Intermediet)
    • Hipofisis bagian tengah hanya aktif dimasa bayi dan menghasilkan hormon Melanocyte Stimulating Hormone (MSH) yang berfungsi untuk mensintesis melanin.
    • Kelenjar hipofisis bagian belakang (Posterior)
    • Hormon yang dihasilkan adalah:
      • Hormon Antidiuretik (ADH) atau Hormon Vasopresis
      • Fungsi: Mengatur kadar air didalam tubuh dan darah melalui penyerapan Air oleh Tubulus kontorti, sehingga dapat menurunkan. volume urin.
      • Hormon Oksitoksin
      • Fungsi: Merangsang kontraksi otot polos pada uterus dan kontraksi sel-sel kontroktil dari kelenjar susu.

  5. Kelenjar Tiroid (kelenjar gondok)
  6. Kelenjar tiroid terdapat dileher bagian depan disebelah bawah bagian jarum dan terdiri dari 2 lobus yaitu : disebelah kanan dan kiri trakhea.
    Hormon yang dihasilkan:
    • Hormon Tiroksin
    • Fungsi: Mempengaruhi proses metabolisme, proses pertumbuhan dan kegiatan sistem syaraf.
    • Hormon Triodotironin
    • Hormon Kalsitonin
    • Fungsi: Menjaga keseimbangan kalsium dalam darah.

  7. Kelenjar Pankreas (Kelenjar Langerhans)
  8. Kelenjar ini terdapat pada pankreas yang menghasilkan hormon insulin. Hormon insulin berfungsi mengubah glukosa menjadi glikogen dan mengatur kadar gula dalam darah.

  9. Kelenjar Paratiroid (Kelenjar anak gondok)
  10. Kelenjar paratiroid terletak dibagian dorsal kelenjar gondok. Hormon yang dihasilkan adalah Parathormon (PTH) yang berperan dalam metabolisme kalsium (Ca) dan fosfat dalam darah dan tulang.

  11. Kelenjar Timus (Kelenjar kacang)
  12. Kelenjar ini terletak pada tulang dada yang dapat menimbun hormon somatotrof (hormon pertumbuhan).

  13. Kelenjar Adrenal (Kelenjar anak ginjal)
  14. Kelenjar ini terdapat dibagian atas ginjal dan terdiri dari 2 bagian yaitu:
    • Bagian luar (korteks adrenal)
    • Hormon yang dihasilkan yaitu glukokortikoid dan mineral okortiroid.
      Fungsi: Mempengaruhi proses penyerapan.
    • Bagian dalam (modula adrenal)
    • Hormon yang dihasilkan yaitu hormon adrenalin (epinefrin).
      Fungsi: Mengubah glikogen menjadi glukosa dan menyempitkan pembuluh darah sehingga tekanan darah naik.

  15. Kelenjar Kelamin (Gonad)
    • Kelenjar kelamin wanita (Ovarium)
    • Ovarium terletak dikanan-kiri uterus. Selain menghasilkan ovum (sel telur) ovarium juga menghasilkan 2 macam hormon yaitu:
      • Estrogen, berfungsi untuk merangsang pertumbuhan ciri-ciri kelamin sekunder pada wanita dan perilaku seksual, contohnya : perkembangan pinggul, suara menjadi nyaring.
      • Progesteron, berfungsi untuk memelihara kehamilan, perkembangan dan pertumbuhan kelenjar air susu.
    • Kelenjar kelamin pria (Testis)
    • Berfungsi sebagai penghasil spermatozoa dan juga hormon testosteron. Hormon ini berpengaruh terhadap perkembangan ciri-ciri kelamin sekunder pada pria dan perilaku seksual, contohnya : pertumbuhan kumis, jenggot, dan suara lebih berat.